Jenis dan Ciri Manusia Purba Indonesia dan Dunia- Part 1

Assalamualaikum .. 
Lama sekali rasanya tidak aktif.. jadi ceritanya besok ane mau ulangan Sejarah Pemintan ._.
Jad,sekalian belajar ane post dah materi ulangan yang sekiranya keluar besok. Amin! 

Manusia purba adalah manusia yang hidup ribuan tahun yang lalu dapat diketahui keberadaannya berdasarkan peninggalan yang berupa fosil, artefak, alat-alat kehidupan serta hasil kebudayaan. Manusia Purba di Indonesia digolongkang menjadi 3 jenis, yaitu jenis Megantropus,Pithecantropus dan Homo. Manusia Purba di Indonesia ternyata banyak ditemukan di lembah sungai Bengawan Solo, Lembah Sungai Brantas, serta daerah Wajak, Tulungagung. Kenapa lebih banyak ditemukan di daerah sekitar sungai ? karena pada saat itu, manusia purba sangat menggantungkan hidupnya pada alam dengan menggambil sumber makanan yang biasanya terdapat di daerah subur, misalnya, di dekat sungai.

Divillium Lembah Sungai Bengawan Solo
a. Lapisan Jenis / Pleistosen Bawah -- Pithecantropus
b. Lapisan Trinil / Pleistosen Tengah -- Pithecantropus Erectus
c. Lapisan ngandong / Pleistosen Atas -- Homo

Perbedaan manusia purba dengan Homo Sapiens :
1. Rongga otak manusia purba lebih kecil daripada Homo Sapiens
2. Tulang kening manusia purba menonjol ke depan
3. Tulang rahang manusia purba bagian bawah lebih lurus ke belakang sehingga tak berdagu
4. Tulang rahang manusia purba lebih kuat dan besar
5. manusia purba tidak bertempat tinggal tetap/ nomadent. Hal ini dikarenakan mereka masih sebatas melakukan food gathering dan kurang dapat melakukan pengolahan lahan lebih lanjut ketika fase food producing

Fosil-Fosil manusia purba yang ditemukan di Jawa yaitu :
A. Megantrophus Paleojavanicus
B. Pithecantropus
     1. Pithecantropus Mojokertensis/ Robustus
     2. Pithecantropus Erectus
     3. Pithecantropus Soloensis
     4. Pithecantropus Dubuis
C. Homo
     1. Homo Wajakensis
     2. Homo Soloensis
     3. Homo Sapiens
         a. Ras Mongoloid
         b. Ras Kaukasoid
         c. Ras Negroid

A.  Megantropus Paleojavanicus

a. Ditemukan di Sangiran oleh Von Koeningswald ( 1936dan 1941)
b. Makanannya Tumbuhan
c. Diperkirakan hidup 2 juta- 1juta tahun yang lalu
d. Berasal dari Pleistosen bawah

Ciri-Ciri Megantropus Paleojavanicus :
a. Memiliki tulang pipi yang tebal
b. Memiliki otot rahang yangkuat
c. Tidak memiliki dagu
d. Memiliki tonjolan belakang yang tajam
e. Perawakan tegap
f. Herbivore
g. Nomaden

B. Pithecantropus
     Banyak ditemukan di daerah Trinil (Ngawi) Perning, Daerah Mojokerto, Sangiran, dan Kedung Brubus berumur sekitar 30.000- 2 juta tahun yang lalu.

Ciri-Ciri Pithecantropus
a. Memiliki rahang bawah yang kuat
b. Memiliki tulang pipi yang tebal
c. Keningnya menonjol
d. Tulang belakang menonjol dan tajam
e. Tidak berdagu
f.  Perawakannya Tegap
g. Herbivore

1. Pithecantropus Mojokertensis/ Robustus
    a. Ditemukan di daerah Kepuhlagen utara Perning, Mojokerto oleh Tjokrohandojo dan Duyfjes
    b. Jenis Pithecantropus yang paling tua.
    c. Manusia kera berahang besar
    d. Fosilnya berupa anak 5 tahun
    e. Food Gathering

2. Pithecantropus Erectus
    a. Disebut manusia kera berjalan tegak
    b. Ditemukan di Kedung Brubus Trinil oleh Eugene Dubois ( 1890,1891dan 1892 )
    c. Temuannya berupa rahang bawah dan tempurung kepala
    d. Volume otaknya melebihi 900 cc
    e. Berbadan tegap, denganotot pengunyah kuat
    d. Tinggibadannya 165-170  cm
    e. Berat badannya 100 kg

3. Pithecantropus Dubuis
    a. Masih meragukan dan diperlukan lebih lanjut
    b. Berasal dari Pleistosen awal di Sangiran oleh Von Koeningswald.

4. Pithecantropus Soloensis
    a. Ditemukan di Ngandong oleh Von Koeningswald dan Oppennorth ( 1931-1933)
    b. Ditemukan satu seri tengkorak dan tulang kering

C. Homo
Ciri-ciri manusia purba yang maju ini adalah :
a. Berat badankira-kira 30-150 kg
b.Volume otak lebih dari 1350 cc
c. Berjalan Tegak
d. Alatnya tulang danbatu

1. Homo Wajakensis
    a. Ditemukan di Wajak,Tulungagung ( 1889 )
    b. Berasal dari Pleistosen atas.
    c. Termasuk Ras Australoid, nenek Moyangng nya yaitu Homo Soloensis dan menurunkan ras asli         Australia
    d. Sudah tergolong Homo Sapiens.

2. Homo Soloensis
    a. Berasal dari Pleistosen atas dan sudah merupakan manusia
    b. Ditemukan oleh G.H.R.Von Koenigswald dan F Weidenreich pada tahun 1921 - 1934 di dekan           Desa Ngandong. Desa ini berada di lembah Sungai Bengawan Solo. 
    c. Manusia purba Homo soloensis sudah lebih tinggi tingkatannya daripada Homo erectus. 
    d. Bentuk fisik Homo soloensis hanya sedikit yang kelihatan seperti kera, sehingga lebih                         menyerupai manusia. Oleh karena itu, manusia purba ini disebut Homo soloensis atau manusia           dari solo.

3. Homo Sapiens
   a. Disebut manusia cerdas
   b. Berasal dari zaman Holosen
   c. Volume otaknya 1000 cc -1200cc
   d. Tinggibadan 130-210 cm
   e. Alat kunya kunyah dan gigi mengalami penytusustan
   d. Muka tidak menonjol kedepan dan tulang pipi sewajarnya
   e. Berdiri dan berjalan tegak
   f. Berdagu dan tulang rahangnya biasa

D. Jenis Homo Sapiens
    Terdapat setidaknya 3 ras hasil dari keturunan genus HomoSapiens yaitu :

a. Ras Mogoloid
   1. Kulit Kuning,Mata sipit, rambut lurus
   2. Menyebar ke Asia Timur, seperti Jepang, Cina dan Korea

b. Ras Kaukasoid
    1. Putih,tinggi,rambut lurus dan mancung
    2. Menyebar ke Eropa, India Utara ( Ras Arya ) yahudi (Ras Semit )

c. Ras Negroid ( Orang hitam '-')7 negritochii  )
    1.Berkulit Hitam
    2. Contohnya suku Aborigin, papua, Afrika


Manusia Purba yang ditemukan di Luar Indonesia

A. Australipithecus africanus

Ciri-ciri umum:
-Umur: 3,0-2,3 juta tahun
-Makanan: buah, kacang, biji dan umbi akar
-Daerah: Afrika Selatan, Makapansgat-Afrika Selatan, Sterkfontein-Afrika Selatan, Taung-Afrika Selatan.
-Lingkungan: semak-semak di hutan kayu
-Perbedaan: dimorfisme ( Sedikit sulit dibedakan kelaminnya)

Anatomi:
Ciri-ciri: volume otaknya sama dengan Apes (435-530 cm3).
a. Gigi taring kecil dan tidak memiliki diastema. 
b. Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak. 
c. Lapisan email gigi tebal. 
d. Barisan gigi rata.
e. Tangannya relatif panjang. 
f. Tulang jari-jarinya agak melengkung, rata-rata jari-jarinya panjang seperti pada manusia. 
g. Penyambung tulang pendek dan lebar. 
h. Penyambung tulang membelit ke arah samping.
i. Batang lengan femur bersudut, ada pada lutut di atas kaki.

B. Pithecantropus Pekinensis (Homo Beijinensis)
     Manusia purba yang ditemukan di Gua merah, peking, Cina oleh Davidson Black dan                          Frans Weidenreich.

     a. Volume otak kurang lebih 900 - 1200 cc
     b. Diperkirakan hidup sekitar 500.000 tahunyang lalu
     c. Mampumenggunakan senjata dan perkakas dari tulang dan batu.
     d. Sudah menggunakan api.

C. Australipithecus robustus

Ciri-ciri umum:
-Umur: 2,0-1,0 juta tahun
-Makanan: makanan yang keras, berpasir seperti kacang dan umbi akar, kadang makan daging.
-Daerah: Afrika Selatan, Drimolen-Afrika Selatan, Kromdraai-Afrika Selatan, Swartkrans-Afrika  Selatan.
-Lingkungan: savana di hutan kayu
-Perbedaan: dimorfisme

Anatomi:
Ciri-ciri: 
a. volume otaknya sama dengan Apes (530 cm3).
b. Kepala sagittal pada bagian atas tengkorak. 
c. Tegak, otot kenyal.
d. Muka lebar, pipih, dan cembung. 
e. Gigi seri dan gigi taring kecil, Gigi geraham belakang dan gigi geraham depan besar, Gigi             geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak. 
f. Lapisan email gigi tebal. Tegak, rahang berbentuk parabola.
g. Penyambung tulang pendek dan lebar. 
h. Penyambung tulang membelit ke arah samping.Batang lengan femur bersudut, ada pada lutut di     atas kaki.

D. Homo neanderthalensis

Ciri-ciri umum:
-Umur: 150.000 dan 30.000 tahun
-Makanan: makan makanan yang umum, beberapa makan daging
-Daerah: Eropa, sebagian wilayah timur (Asia Timur) Asia: Teshik, Tash-Uzbekistan.
 Eropa: Krapina, Vindija-Kroasia, La Chapelle-aux-Saints, La Ferrassie, Saint Cesaire-Perancis,    Feldhofer-Jerman, Forbes’ Quary-Gibraltar,Monte Circeo-Italia. Timur Tengah: Kebara, Tabun-   Israel, Shanidar-Irak.
-Lingkungan: stepa yang dingin sampai daerah tundra.
Perbedaan: Beberapa dimorfisme, daerahnya bervariasi antara bagian barat dan bagian timur. Beberapa  ada yang mengatakan bahwa spesies ini adalah variasi dari suatu daerah dan merupakan awal  dari Homo sapiens.

Anatomi:
a. volume otaknya sangat besar (1300-1750 cm3). 
b. Tulang tengkoraknya tipis. Bangunan tulang tengkoraknya tegak. Memiliki tulang tengkorak yang lebih tinggi dari padaHomo erectus tetapi memiliki sedikit perbedaaan dengan manusia modern. 
c. Sekeliling tulangnya berbentuk kubah. 
d. Tulang hidungnya besar. 
e. Alis yang bertemu pada satu sisinya sebagian ukurannya besar. 
f. Secara umum, giginya kecil, tetapi gigi serinya agak besar. Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak. Lapisan email gigi tebal. 
Bangunan rahang tegak tetapi pada Homo erectus agak berkurang.
g. Memiliki lengan yang kuat. Secara umum tangannya modern, tulangnya sangat kuat. 
h. Tubuhnya tegak. 
i. Proporsi tubuhnya modern.
j. Secara keseluruhan anatominya bipedal.

E. Homo heidelbergensis

Ciri-ciri umum:
-Umur: 600.000-100.000 tahun
-Makanan: makan makanan yang umum
-Daerah: Afrika, Asia, Eropa.Afrika: Bodo-Ethiopia, Laetoli-Tanzania, Broken Hill-Zambia.
 Asia: Dali-China. Eropa: Swanscombe-Inggris, Arago-Perancis, Mauer, Steinheim-Jerman, Petralona-  Yunani.
-Lingkungan: savanna yang bersuhu hangat sampai yang bersuhu dingin, hutan.
-Perbedaan: jenis kelaminnya agak dimorfisme, seperti pada manusia sekarang. Dari awal sampai akhir variasinya besar dan berkembang kea rah yang lebih baik di setiap daerah. Beberapa diantaranya adalah Homo sapiens dan Homo heidelbergensis.

Anatomi:
a. volume otaknya sangat besar (1100-1400 cm3). 
b. Beberapa specimen tulang tengkoraknya tebal. Bangunan tulang tengkoraknya cerah. 
c. Memiliki tulang tengkorak yang lebih tinggi dari pada Homo erectus. 
d. Sekeliling tulangnya berbentuk kubah. 
e. Muka besar. 
f. Alis yang bertemu pada satu sisinya sebagian ukurannya besar. 
g. Secara umum, giginya kecil. Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak. Lapisan email gigi tebal. 
h. Bangunan rahang tegak. 
i. Proporsi tubuhnya modern. 
j. Tangannya modern. 
k. Secara keseluruhan anatominya bipedal.

E. Homo Crogmanensis
- Manusia Modern tertua di Eropa kurang lebih 30.000 tahun yang lalu
- Diketahui berdasarkan lukisan-lukisan terkenal di GuaLascaux
- Muka Lebar, Tonjolan alis lebar
- Tegak 
- Volume otak 1590 ml. Kapasitas tengkorak 1600 cc
- Tinggal di Gua
- Mengenal berburu dan bercocok tanam sederhana 
- Crogmanensis dan Neanderthalensis saling membaur


Sekian.. Versi kasarnya dulu yeh ._. sukses selalu. Amin. 

Wassalamualaikum wr wb ..

Shiwa | Gumi : Wrinkle

Shiwa | Wrinkle
Lyrics : buzzG
Music : buzzG
Movie&Art : Mogeratta
Bass : Kei Nakamura
Engineering : tomoboP
Singer : Gumi


If I need to wait I will just wait :'

[ROMAJI]
Ai suru hito to tomo ni sugoshite 
Dore kurai no toki ga tatta n deshou
Surikireta jidai wa toozakatte
"Hito wo ai senai" to omotteta kedo


KNOCK

Kimi ga DOOR wo koji aketanda tte koto
Kizuiteru no? 


REMEMBER
Shiwa ga hitotsu zutsu fueteku
Ashita no koto kangaeru no tanoshiku natte mou
Shiwa ga hitotsu fueru tabi ni
Kinou yori mo shiawase sou na kimi ni aeru kara
Genjou iji de ikou 


Ai shita hito to toshi wo kasanete
Dore kurai no toki ga tatta n deshou
"Docchi ka ga hateru toki wa egao de"
Futari no yakusoku
Oboeteru?

Kekkon shiyou!
Isetan de katta kyuugou no RINGU
Niatteru yo

REMEMBER
Shiwa ga hitotsu zutsu fueteku
ORENJI no sora ga kureteku
Naki dasarete mo
Shiwa no kazu wo kazoeru tabi
Mou TEIKU demo GIBU demo nai
Bokura ga iru nara
Yuukou kigen nante nai yo

"Eien" nante sa
Hontou wa muri da ne demo
Imasara torikeshi wa dekinai n darou?

Dakara mou ikkai chikawasete yo
REMEMBER... 


Toutou boku no saigo no hi ni
Tonari deshi wakucha na kimi ga
Kodomo mitai ni
Namida wo nagashite ite mou
Yakusoku doori egao tsukuru
Kimi wa ima made de ichiban kirei datta

"Boku wa shiawase da."
Sou itte me wo tojita



[ENGLISH]
Passing time with the person you love,
I wonder how much time has passed like this
at such a worn out age
I thought: "I can't love anymore"

(knock)

Did you realize
that you forced that door open?

Remember, our wrinkles increasing one by one
Even if it became fun to think about tomorrow,
every time our wrinkles increase,
I'll meet a happier you than yesterday
So let's just go with the status quo

Spending years with the person you loved
I wonder how much time has passed like this
"When either of us passes away, it'll be with a smile"
This was our promise, do you remember?

Let's get married!
A size 9 ring from Isetan,
It suits you

Remember, our wrinkles increasing one by one
The orange sky fades
Even if I start crying,
Each time the number of wrinkles increases,
there's no more taking or giving,
If we are here,
there's nothing like an expiration date

Something like "forever", is honestly impossible, but
there's no way we can leave each other after all this time, right?
So, let's take an oath, one more time,

Remember...
Finally, on the day of my passing,
you're next to me, all wrinkled, crying like a child
but according to our promise, you smiled,
you were the most beautiful you have ever been.
"I am happy" I say, as I close my eyes.


080414 :) For our lifetime i hope we can spend our time together. As always.






Sosiology- Proses Sosial

MInggu depajn aku akan melakukan preentasi Sosiology yang berhubungan dengan materi ini /.\

Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentu-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang terlah ada. Proses sosial dapat diartikan sebagai pengaruh timbale-balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh-mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dst.

Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interkasi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama.

Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Sosial

Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial(yang juga dapat dinamakan sebagai proses sosial) karena interasi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi anatara kelompo tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya


Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi pula di dalam masyarakat. Interaksi tersebut lebih mencolok ketika terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok. Interaksi sosial hanya berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi terhadap dua belah pihak. Interaksi sosial tak akan mungkin teradi apabila manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap sistem syarafnya, sebagai akibat hubungan termaksud.

Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada pelbagai faktor :
Imitasi

Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku
Sugesti
Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain.
Identifikasi

Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini.
Proses simpati

Sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.

Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok.

Dua Syarat terjadinya interaksi sosial :
Adanya kontak sosial (social contact), yang dapat berlangsung dalam tiga bentuk.Yaitu antarindividu, antarindividu dengan kelompok, antarelompok. Selain itu, suatu kontak dapat pula bersifat langsung maupun tidak langsung.
Adanya Komunikasi, yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perassaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.


Kata kontak berasal dari bahasa Latin con atau cum (artinya bersama-sama) dan tango (yang artinya menyentuh). Arti secara hanafiah adalah bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadinya hubungan badaniah. Sebagai gejala seosial itu tidak perlu berarti suatu hubungan badaniah, karena dewasa ini dengan adanya perkembangan teknologi, orang dapat menyentuh berbagai pihak tanpa menyentuhnya. Dapat dikatakan bahwa hubungan badaniah bukanlah syarat untuk terjadinya suatu kontak.

Kontak sosial dapat terjadi dalam 3 bentuk :
Adanya orang perorangan

Kontak sosial ini adalah apabila anak kecil mempelajari kebuasaan dalam keluarganya. Proses demikian terjadi melalui sosialisasi, yaitu suatu proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana dia menjadi anggota.
ada orang perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya

kontak sosial ini misalnya adalah seseorang merasakan bahwa tindakan-tindakannya berlawanan dengan norma-norma masyarakat atau apabila suatu partai politik memkasa anggota-anggotanya menyesuaikan diri dengan ideologi dan programnya.
Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.

Umpamanya adalah dua partai politik mengadakan kerja sama untuk mengalahkan parpol yang ketiga di pemilihan umum.


Terjadinya suatu kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan, tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut. Kontak sosial yang bersifat positif mengarah pada suatu kerja sama, sengangkan yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama seali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial.

Suatu kontak dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak perimer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. Kontak sekunder memerlukan suatu perantara. Sekunder dapat dilakukan secara langsung. Hubungan-hubungan yang sekunder tersebut dapat dilakukan melalui alat-alat telepon, telegraf, radio, dst.
Arti terpenting komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gera-gerak badaniah atau sikap), perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut.
Dengan adanya komunikasi tersebut, sikap-sikap dan perasaan suatu kelompok manusia atau perseorangan dapat diketahui oleh kelompok lain atau orang lainnya. Hal itu kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang dilakukannya.

Kehidupan yang Terasing
Pentingnya kontak dan komunikasi bagi terwujudnya interaksi sosial dapat diuji terhadap suatu kehidupan yang terasing (isolation). Kehiduapan terasing yang sempurna ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengadakan interaksi sosial dengan pihak-pihak lain. Kehidupan terasing dapat disebaban karena secara badaniah seseorang sama sekali diasingkan dari hubungan dengan orang-orang lainnua. Padahal perkembangan jiwa seseorag banyak ditentuan oleh pergaulannya dengan orang lain.

Terasingnya seseorang dapat pula disebabkan oleh karena cacat pada salat satu indrany. Dari beberapa hasil penelitian, ternyata bahwa kepribadian orang-orang mengalami banyak penderitaan akibat kehidupan yang terasing karena cacat indra itu. Orang-orang cacat tersebut akan mengalami perasaan rendah diri, karena kemungkinan-kemungkinan untuk mengembangkan kepribadiannya seolah-olah terhalang dan bahkan sering kali tertutup sama sekali.

Pada masyarakat berkasta, dimana gerak sosial vertikal hampir tak terjadi, terasingnya seseorang dari kasta tertentu (biasanya warga kasta rendahan), apabila berada di kalangan kasta lainnya (kasta yang tertinggi), dapat pula terjadi.

Bentuk-bentu Interaksi Sosial

Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict). Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian, namun penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu, yang dinamakan akomodasi. Ini berarti kedua belah pihak belum tentu puas sepenunya. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. Keempat bentuk poko dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan suatu kontinuitas, di dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi.

Gillin dan Gillin mengadakan penggolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka, ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial :

Proses-proses yang Asosiatif

Kerja Sama (Cooperation)

Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama tersebut berkembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima. Dalam perkembangan selanjutnya, keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik.

Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lainnya.

Fungsi Kerjasama digambarkan oleh Charles H.Cooley ”kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna”

Dalam teori-teori sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama yang biasa diberi nama kerja sama (cooperation). Kerjasama tersebut lebih lanjut dibedakan lagi dengan :
Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation) : Kerjasama yang sertamerta
Kerjasama Langsung (Directed Cooperation) : Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa
Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation) : Kerjasama atas dasar tertentu
Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation) : Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial.

Ada 5 bentuk kerjasama :
Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong
Bargaining, Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih
Kooptasi (cooptation), yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan
Koalisi (coalition), yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Akan tetapi, karenamaksud utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan bersama, maka sifatnnya adalah kooperatif.
Joint venture, yaitu erjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya pengeboran minyak, pertambangan batubara, perfilman, perhotelan, dst.

Akomodasi (Accomodation)

Pengertian

Istilah Akomodasi dipergunakan dalam dua arti : menujukk pada suatu keadaan dan yntuk menujuk pada suatu proses. Akomodasi menunjuk pada keadaan, adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai suatu proses akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan.

Menurut Gillin dan Gillin, akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Maksudnya, sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan, mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.

Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya, yaitu :
Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham
Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer
Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan, seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta.
mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah.

Bentuk-bentuk Akomodasi
Corecion, suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan
Compromise, bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
Arbitration, Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri
Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
Toleration, merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya.
Stalemate, suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.
Adjudication, Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan

Hasil-hasil Akomodasi
Akomodasi dan Intergrasi Masyarakat

Akomodasi dan intergrasi masyarakat telah berbuat banyak untuk menghindarkan masyarakat dari benih-benih pertentangan laten yang akan melahirkan pertentangan baru.
Menekankan Oposisi

Sering kali suatu persaingan dilaksanakan demi keuntungan suatu kelompok tertentu dan kerugian bagi pihak lain
Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda
Perubahan lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru atau keadaan yang berubah
Perubahan-perubahan dalam kedudukan
Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi

Dengan adanya proses asimilasi, para pihak lebih saling mengenal dan dengan timbulnya benih-benih toleransi mereka lebih mudah untuk saling mendekati.

Asimilasi (Assimilation)

Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.

Proses Asimilasi timbul bila ada :
Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya
orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga
kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri

Beberapa bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke suatu proses asimilasi (interaksi yang asimilatif) bila memilii syarat-syarat berikut ini
Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain, dimana pihak yang lain tadi juga berlaku sama
interaksi sosial tersebut tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan
Interaksi sosial tersebut bersifat langsung dan primer
Frekuaensi interaksi sosial tinggi dan tetap, serta ada keseimbangan antara pola-pola tersebut. Artinya, stimulan dan tanggapan-tanggapan dari pihak-pihak yang mengadakan asimilasi harus sering dilakukan dan suatu keseimbangan tertentu harus dicapai dan dikembangankan.

Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah :
Toleransi
kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya
sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
perkawinan campuran (amaigamation)
adanya musuh bersama dari luar

Faktor umum penghalangan terjadinya asimilasi
Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat
kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga
perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi
perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.
Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi
In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. In Group Feeling berarti adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan.
Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa
faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi.

Asimilasi menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan sosial dan dalam pola adat istiadat serta interaksi sosial. Proses yang disebut terakhir biasa dinamakan akulturasi. Perubahan-perubahan dalam pola adat istiadat dan interaksi sosial kadangkala tidak terlalu penting dan menonjol.

Proses Disosiatif


Proses disosiatif sering disebut sebagai oppositional proccesses, yang persis halnya dengan kerjasama, dapat ditemukan pada setiap masyarakat, walaupun bentuk dan arahnya ditentukan oleh kebudayaan dan sistem sosial masyarakat bersangkutan. Oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Pola-pola oposisi tersebut dinamakan juga sebagai perjuangan untuk tetap hidup (struggle for existence). Untuk kepentingan analisis ilmu pengetahan, oposisi proses-proses yang disosiatif dibedkan dalam tiga bentuk, yaitu :


Persaingan (Competition)

Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. Persaingan mempunya dua tipe umum :
Bersifat Pribadi : Individu, perorangan, bersaing dalam memperoleh kedudukan. Tipe ini dinamakan rivalry.
Bersifat Tidak Pribadi : Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu.


Bentuk-bentuk persaingan :
Persaingan ekonomi : timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen
Persaingan kebudayaan : dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan, pendidikan, dst.
Persaingan kedudukan dan peranan : di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang.
Persaingan ras : merupakan persaingan di bidang kebudayaan. Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur kebudayaan lainnya.

Persaingan dalam batas-batas tertentu dapat mempunyai beberapa fungsi :
Menyalrkan keinginan individu atau kelompok yang bersifat kompetitif
Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa medapat pusat perhatian, tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing.
Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan sosial. Persaingan berfungsi untuk mendudukan individu pada kedudukan serta peranan yang sesuai dengan kemampuannya.
Sebagai alat menyaring para warga golongan karya (”fungsional”)

Hasil suatu persaingan terkait erat dengan pelbagai faktor berikut ini ”
Kerpibadian seseorang
Kemajuan : Persaingan akan mendorong seseorang untuk bekerja keras dan memberikan sahamnya untuk pembangunan masyarakat.
Solidaritas kelompok : Persaingan yang jujur akan menyebabkan para individu akan saling menyesuaikan diri dalam hubungan-hubungan sosialnya hingga tercapai keserasian.
Disorganisasi : Perubahan yang terjadi terlalu cepat dalam masyarakat akan mengakibatkan disorganisasi pada struktur sosial.


Kontraversi (Contravetion)

Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Bentuk kontraversi menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 5 :
yang umum meliputi perbuatan seperti penolakan, keenganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguang-gangguan, kekerasan, pengacauan rencana
yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui surat selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian pada pihak lain, dst.
yang intensif, penghasutan, menyebarkan desas desus yang mengecewakan pihak lain
yang rahasia, mengumumkan rahasian orang, berkhianat.
yang taktis, mengejutkan lawan, mengganggu dan membingungkan pihak lain.

Contoh lain adalah memaksa pihak lain menyesuaikan diri dengan kekerasan, provokasi, intimidasi, dst.

Menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 3 tipe umum kontravensi :
Kontraversi generasi masyarakat : lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalami perubahan yang sangat cepat
Kontraversi seks : menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga.
Kontraversi Parlementer : hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga legislatif, keagamaan, pendidikan, dst.

Tipe Kontravensi :
Kontravensi antarmasyarakat setempat, mempunyai dua bentuk :
Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan (intracommunity struggle)
Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (intercommunity struggle)
Antagonisme keagamaan
Kontravensi Intelektual : sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi atau sebaliknya
Oposisi moral : erat hubungannya dengan kebudayaan.

Pertentangan (Pertikaian atau conflict)
Pribadi maupun kelompok menydari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, pola-pola perilaku, dan seterusnya dengan pihak lain. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian.
Sebab musabab pertentangan adalah :
Perbedaan antara individu
Perbedaan kebudayaan
perbedaan kepentingan
perubahan sosial.

Pertentangan dapat pula menjadi sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat. Timbulnya pertentangan merupakan pertanda bahwa akomodasi yang sebelumnya telah tercapai.

Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus:
Pertentangan pribadi
Pertentangan Rasial : dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan
Pertentangan antara kelas-kelas sosial : disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan
Pertentangan politik : menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat, maupun antara negara-negara yang berdaulat
Pertentangan yang bersifat internasional : disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara

Akibat-akibat bentuk pertentangan
Tambahnya solidaritas in-group
Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu, akibatnya adalah sebaliknya, yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut.
Perubahan kepribadian para individu
Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia
Akomodasi, dominasi, dan takluknya salah satu pihak

Baik persaingan maupun pertentangan merupakan bentuk-bentuk proses sosial disosiatif yang terdapat pada setiap masyarakat.

Kajian with Teman Temani : Women In Islam !

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ! Selamat pagi pals! salam dari Jember yang setia dengan langit birunya. Kali ini, ( seperti...

Flag Counter