Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Find Our Way

While I was blinded by him
I lost you
And I do not want to lose myself.
I'm selfish and I'm a traitor 

Go on clicking this! 

It's quietly painful
When all you can feel are empty and grey
But at some point,
I knew the truth that sometimes love can make us blind

You will always have a space inside my heart
Although 
You don't think me as you friend anymore.
I can't feel anything about this.

I'm free, free as the leaves carried by the wind
So do with my heart. 
All my duty waiting up for me.
Being busy is my way to forget all of this.

I just want to use my skin care
Use my hydrating toner
Tap the serum
And baby, don't forget to use your mask :)!


























Lav from me!

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Wait outside, you said you won't be long
Took your time
Bracing mine, I know that there's something wrong
Wonder why
I think you should know
You don't have to stay
Even if you go, I'll be okay
We take it slow,
Till there's nothing left to say
Even if you go,
We'll find our way
Don't look back,
We got thrown into this
Just like that
Living fast, I know we're new to this
Learn to last, oh ooh
I think you should know
You don't have to stay
Even if you go, I'll be okay
We take it slow,
Till there's nothing left to say
Even if you go,
We'll find our way.

Aforisme Suatu Rasa

Jadi.
Aku ada banyak tugas.
Banyak banget.
Ehm. Ga banyak juga sih, cuma Manajemen Operasi Lanjutan, Sumber Daya Manusia Lanjutan, Akuntansi Biaya dan Perekonomian Indonesia. Banyak ding ternyata. hehe.
Sebelum ngerjain, aku ingin berbagi sambat.
Seperti biasa, kutuangkan dalam tulisan.
Biar sambatnya agak elegan
And at some points, it heal your broken part. Ya biar otak pemanasan sedikit.
Paan si.



-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ini sebuah alusi
Untuk sebuah kisah
Dalam waktu yang diam
Otakku memilih interpolasi yang tepat

dan aku akan memulai,
sebuah sajak yang takkan ada akhirnya
sebuah kisah 
tentang aforisme, suatu rasa.

Mungkin dia adalah sebuah eskapisme
Yang membuatku lupa
Bahwa aku pernah terluka
Untuk rasa yang telah sirna, cukup lama.

Kalaupun dia hanya hadir
Untuk sesaat layaknya sore
Aku sudah pernah merasa
Betapa lamanya menunggu pagi

Mungkin ibarat sebuah cerita rekaan
Tapi saat ini, percayalah bahwa
Logikapun sedang berseteru dengan hati
Seperti terkena katastrofe, logika melebur.

Ketika rasa, jarak dan logika
Beradu dalam narasi waktu
Beribu kemungkinan dapat terjadi
Dan kini aku sampai pada kisah kali ini

Kisah yang akan kulalui
Tanpa paksa
Tidak bisa dipaksa
Dan kali ini aku tidak merasa terpaksa

Aforisme rasaku
Tidak dapat diterima umum
Tidak dapat pula diterima akalku
Tapi hadirnya rasa dan hadirmu, cukup.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Well, ini gaada hubungannya dengan seseorang atau apa.
Tapi acapkali, sebuah kisah berasal dari akumulasi kejadian yang dialami penulis.



Forgetting you,


Ketika aku tersadar
Hari demi hari
Berganti menjadi tahun
Seiring dua musim saling berganti
Bermakna disetiap jatuhnya hujan
Dan hangatnya mentari

Sekuat hati
Melawan emosi dan amarah
Setangguh mimpi
Meraih asa dan berkah
Namun aku kembali sadar
Ada sesuatu yang menetap

Bahwasanya,
Ada rindu
Dan ingatan yang mulai pudar
Akan suatu masa
Yang semakin jauh dari detik yang terhitung
Dari sekarang,

Menggilas namamu
Masih menjadi persoalan bagiku
Yang masih tidak akan bisa
Dan belum
Dan tak mungkin
Terpecahkan.

I'm gonna always be, truly, really, completely loving you.
.
.
anyway,
well, it's all inspired by "love, rosie"
but then, it's all about a feelings that doesn't reach from me for the one who really being perfectly as human.

ke.ba.ha.gi.a.an

Akan suatu keyakinan
Akan suatu penerimaan
Akan suatu hal
Akan adanya jalan untuk setiap pencapaian

Karena setiap orang memiliki jalan masing-masing
Karena setiap orang berjuang pada perangnya masing-masing
Karena setiap orang memiliki sedih dan bahagia yang berbeda
Karena setiap orang tidak harus sama

Memikirkan masa depan
Memikirkan masa yang akan datang
Memikirkan hal yang akan dilakukan
Memikirkan apakah aku siap

Dengan segala ambisi dan ketakutan
Dengan segala usaha dan kelelahan
Dengan keikhlasan dan penerimaan
Dengan doa sebagai penetralisir yang ampuh

Dengan diriku,
Diriku yang mencari
Dan akan selalu menemukan
ke.ba.ha.gi.a.an




For You, Where Ever You Are


Maybe I'm not the one 
The one who you want to see in your daily days
The one who you want to see in your notifications
The one who you want to share your stories

And the different things happened to me
But I'm totally okay with it
As the leaf whisper slowly
Be the one who you always want to be
Let it be me who want to stay as fine as I could

Although my tears stream like big boulder
If you my forever
I will love you more further
But for now
Let me just stay as your secret admirer

Until
Whenever we met again
Let it just me who feel the pain
ps, miss you




Mencoba membuat puisi dalam bahasa inggris
Upgrade dikit dikit macem poems atticus gitu ehe

Pic: pinterest



Karena Waktu, Bukan Hanya Tentang Kita

Hi Pals!
Di sela-sela waktu mengerjakan tugas makalah yang berbaris rapi menuju deadline, muncullah ide untuk menulis entri baru di blog ini. Yah cuma puisi sih, kedepannya, aku juga akan membuat review skincare yang aku pakai. Oh iya, fyi, buat kalian yang lagi cari skincare korea ori dengan harga murah, langsung cek @trip.store_ di instagram kalian ya! Promosi dikit gpp lah ya :D

Okey, here we are.



Karena Waktu, Bukan Hanya Tentang Kita


Jika kita berbicara tentang aku dan kamu
Waktu sedang berjalan sembari termangu
Ini tentang dirimu yang bebas
dan tentangku yang terbatas

Tentang aku yang membicarakan kamu
Dalam gerak dan diamku
Dalam hati dan lisanku
Jujur, pikiran tentangmu sangat sulit berlalu

Tentang aku yang melamunkan kamu
Kamu pribadi yang klise
Kamu pribadi yang tak terlalu istimewa
Dan kamu membuatku jatuh cinta

Tentang aku yang memikirkan kamu
Waktu terdiam melihatku
Yang hanya tersenyum memikirkanmu
Dan luluh dalam buaian rindu

Tentang aku yang merindukan kamu
Kini sadar rindu itu mulai berlalu
Hati dan jiwa sudah terkuras
Diterpa ujian yang keras

Tentang kita yang memikirkan satu sama lain
Waktu berjalan dan berlari
Tak peduli lagi seberapa lamanya kita saling menunggu
Tak peduli betapa beratnya arti rindu  

Waktu tidak peduli dengan kita
Kita yang disibukkan dengan berbagai ujian yang menanti
Kita yang disibukkan dengan berbagai tujuan yang berarti
Kita yang mulai tidak peduli akan arti rindu

Karena rindu adalah hal yang mulai biasa
Karena tujuan hiduplah yang utama
Karena kewajibanlah yang menjadi prioritas pertama
Dan karena waktu, bukan hanya tentang kita.







Ketika Hati Berada di Dua Persimpangan


Hai setelah lama vacum menulis entri blog, Atika kembali mencoba meramaikan blog ini. 
Kehidupan perkuliahan yang sangat dinamis membuat banyak perubahaan dalam diriku. Bertemu dengan banyak teman dan orang-orang baru terkadang membuat diriku merasa tidak siap untuk menerimanya. Namun, ketika pintu dunia baru sudah terbuka, haruskah aku masih menyendiri dalam ruang hidup yang sempit? 

Dan inilah sebuah puisi yang memang kubuat untuk membuka entri pertama di tahun 2018 ini.
Agak alay sih tapi ya sedikit sesuai dengan yang sedang kualami.

Happy reading, pals!


Ketika Hati Berada di Dua Persimpangan


Maaf
Diamku bukan berarti tanpa jawaban
Karena jawabankupun belum tentu memuaskanmu
Aku ingin kamu bahagia
Namun bukan berarti aku harus berdusta
Dan menyembunyikan perasaan yang sebenarnya

Hatiku belum bertuan
Tapi ada yang memiliki
Dan itu sepenuhnya milik sang ilahi
Karena Dia-lah sang pencemburu
Maka sebelum kita benar-benar ber-ikrar untuk bersama
Izinkan aku untuk tetap menahan rasa

Tanpa sebuah hubungan
Tanpa sebuah kepastian
Mampukah kita bertahan
Untuk tetap menjaga dan mempertahankan
Sesuatu yang tidak terlalu meyakinkan
Untuk diperjuangkan

Dalam suatu penolakan
Ada hati yang disangsikan
Entah karena memang sengaja menunda
atau sedang menjaga hati lainnya
Karena dalam penolakan
Akal pikiran sedang berseteru dengan perasaan

Maka
Ketika hati berada di dua persimpangan
Aku memilih untuk memantaskan
Hingga suatu saat layak untuk diperjuangkan
Diperjuangkan oleh orang yang tepat
Bukan karena cinta sesaat.




Terima kasih dan mohon dukungannya untuk tetap rutin membuat entri blog baru!

Kajian with Teman Temani : Women In Islam !

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ! Selamat pagi pals! salam dari Jember yang setia dengan langit birunya. Kali ini, ( seperti...

Flag Counter