Showing posts with label Fanfiction. Show all posts
Showing posts with label Fanfiction. Show all posts

Fanfict FairyTail One Day, Someday - Chapter 2

" Biarin ntar lu gua daftarin sunatan masal Fiore! "

" Uwaduh jangan neng ane masih laki laki tong-tong ane masih pengin kawin neng T.T " Natsu nunduk takut bingit liat Lucy kayak babon ngamuk.



-------------------------------------------------------------------------------#()#-----------------------------------------------------------------------------

Kini, semua itu hanya kenangan belaka, yang hanya bisa terngiang-ngiang di telinga dan menari-nari di otak seorang Lucy Heartfillia. Lucy sudah tidak dapat membentak, mengambil misi bersama bahkan untuk menyapa Natsu saja sekarang mustahil baginya. Dan sikap natus juga seolah-olah berubah pada Lucy Natsu terlihat tidak memperdulikan Lucy ketika Lucy bertanya apakah dia ingin mengambil misi bersamanya, Natsu juga tidak memperdulikan es kesukaan nya yang dibelikan Lucy sehingga menit itu juga es lombok itu meleleh ditangan Lucy semuanya.. karena seseorang yang tiba-tiba datang, dengan baju putih dan violet mengetuk pintu Guild Fairy Tail. Lisanna, gadis cantik dan baik hati kepada siapa saja, sekaligus teman semasa kecil Natsu sudah menggambil kembali posisi nya sebagai teman dekat Natsu yang sempat diisi oleh Lucy. Dan kau tau ? mereka akan menikah minggu depan.. Natsu sendiri yang berkata didepan seluruh anggota Guild Fairy Tail dengan Lisanna yang berdiri disamping Natsu dengan tersenyum tersipu malu. Bahagia tentunya. Apakah kau bisa merasakan apa yang Lucy rasakan ? Bagaimana sakitnya perasaan Lucy yang sudah membuat Natsu tegar kembali ketika Natsu ditinggal Lisanna dan sekarang Natsu meninggalkannya begitu saja ? Memang peran Lucy sudah habis, namun tidakkah bisa Natsu menyimpan sedikit saja perasaannya kepada Lucy? Lucy yang memang tidak pernah menunjukkan perasaan sayang terhadap Natsu namun apakah Natsu tidak pernah sadar didalam bentakan dan teriakan Lucy tersimpan nada manja dan juga ingin diperhatikan ? Tidakkah Natsu menyadari itu semua? 

" Natsu, tahukah kau ..? " bisik Lucy dengan suara berat. Samar-samar suaranya hilang begitu saja dibawa hembusan angin malam. Lucy sendiri berharap mungkin saja hembusan angin itu membawa perasaan Lucy kepada si idiot pink yang sekarang mungkin masih di Guild bersama Lisanna dan kakaknya, Mbak Mira.

" Minggu depan aku ingin menyatakan rasa suka ku padamu Natsu, namun minggu depan.. nghh.. ada acara apa ya? umm.. wah iya kau akan menikah dengan Lisanna ya.. wah aku lupa... " 

" Bagaimana nantinya kalau kau punya anak dengan Lisanna ya Natsu.. kau harus menjadi ayah yang baik ya Natsu ..? "

" Seharusnya .. dari dulu aku sudah mengatakanhal ini padamu ya Natsu.. aku sendiri malah selalu berkata kasar padamu, seolah aku tak butuh dirimu, Natsu.. kau marah kah padaku..? "

" Selamat ya Natsu "

" Umhh,.. Nee.. sekarang aku harus segera berkemas,aku akan memulai perjalanan baru meninggalkan Fiore "

Mungkin suatu saat nanti aku akan memberi tahu perasaanku padamu, Natsu, kenapa aku tak mengatakannya sekarang ? aku tak bisa mengatakannya sekarang, aku tidak boleh menggangu waktu bahagiamu, terima kasih atas segalanya Natsu, dulu aku sempat berfikir bahwa aku sangat berarti bagimu sehingga kau terus menggikutiku, namun ternyata aku salah,hehee... Natsu, entah perasaan apa yang ingin keluar,,dadaku sangat sesak, aku sangat ingin menangis, aku hanya menggangumu sekarang, tugasku sudah selesai ya Natsu ? namun aku akan mengatakannya suatu hari nanti, dan perasaanku tidak akan pernah berubah padamu Natsu. Aku mencintaimu. 

-End-



KEBOHONGAN BELAKA - Simple Plan Your Love is Just a Lie! Chapter 3 End.

How does it feel when you kiss when you know that I trust you
And do you think about me when he f**ks you?
Could you be more obscene?
Ini bukan pertama kalinya Aldi mananyakan hal yang sama dan Rommy kurang lebih tahu apa jawaban untuk pertanyaan itu. Dan lagi-lagi, jawabannya sama.
"Aku menyayanginya".
-KEBOHONGAN BELAKA-
Chapter 4- Kita Sudah Selesai, sayang.
The Last Chapter from Rommmy x Nabilah. ( chapter berbeda dengan omake, omake hanya tambahan, omake akan diupload di post berikutnya )
Aldi langsung memutar bola mata dan mendengus pahit. "Heh? Sayang? Yang benar saja. Baru kali ini aku menemukan orang yang masih berani memberikan alasan 'sayang' setelah dia dibohongi mentah-mentah", ujar Aldi dengan nada mengejek yang membuat Rommy berdecak kesal.
"Lalu apa menurutmu kalau begitu?", tanya Rommy dengan nada membentak. Aldi mengangkat bahu namun tetap menjawab,
"Apakah itu hanya harga dirimu yang tidak ingin barang milikmu dirampas oleh orang lain?"
Rommy mengerjap setelah mendengar pernyataan Aldi barusan. Dia masih tidak mengerti apa yang dimaksud keyboardist itu. Namun dia dapat merasakan kata-kata Aldi menancap ke hatinya. Sesuatu yang disebut 'kebenaran' tertancap di hatinya dan membuat hatinya merasakan perih.
"Apa maksudmu?", Rommy bertanya dengan kepala tertunduk. Dia bisa merasakan Aldi di sampingnya menyandarkan punggung ke kursi.
"Kau hanya merasa marah. Merasa terkalahkan jika saja Barkah berhasil merebut Nabillahh dari genggamanmu. Dan setelah sepuluh tahun lebih berteman denganmu aku bisa tahu kalau kau itu orang yang benci kekalahan. Kau tidak menyayangi Nabillahh , kau hanya takut harga dirimu terluka jika membiarkan Nabillah yang selama ini adalah 'milikmu', dirampas begitu saja oleh orang lain. Kau hanya takut mengakui bahwa Barkah lebih unggul dari padamu sehingga dia bisa dengan mudahnya merebut Nabillah darimu", Aldi menyelesaikan pidato singkatnya dengan menatap dalam-dalam ke arah sahabatnya sejak kelas 2 SMP itu.
"Kau bicara seolah kau tahu segalanya", ujar Rommy pada akhirnya, setengah-bercanda sambil tertawa hambar. Aldi membalasnya dengan cengiran kecil,
"Karena aku memang tahu segalanya".
Rommmy tidak menjawab. Dia masih sibuk dengan benaknya. Lagi-lagi harga dirinya yang terlalu tinggi membuatnya enggan mengakui bahwa Aldi benar. Dia ternyata hanya takut harga dirinya terluka.
"Ini", Aldi menyorongkan handphone-nya ke arah si pemuda berambut kelam. Rommy memandangi benda yang disorongkan kepadanya dengan wajah bingung.
"Sudah saatnya kau melakukannya, tentukan keputusan finalmu. Telepon Nabillah , aku punya rencana", Aldi menyeringai licik.
So don't try to say you're sorry
Or try to make it right
Don't waste your breath because it's too late, it's too late.
Inilah hari yang ditunggu-tunggu Fairy Tail band. Setelah latihan rutin selama tiga minggu penuh akhirnya mereka akan tampil di Jember Big Stage (JBS) membawakan lagu single terbaru mereka. Area di sekitar pentas besar itu telah dipenuhi penonton bahkan sebelum acara utama dimulai. Mereka ingin menonton konser yang kali ini akan menampilkan beberapa band ternama dan juga band-band indie. Fairy Tail band juga termasuk band yang paling ditunggu-tunggu dan yang paling banyak penontonnya. Band yang baru memulai debutnya sekitar satu tahun yang lalu berhasil menarik perhatian begitu banyak peminat musik dan dalam waktu singkat berhasil meraih kepopuleran, mengalahkan band-band indie lainnya pada saat itu. Hal itu didukung oleh kemampuan para personil yang memang mengaggumkan, lagu-lagu bagus yang mereka ciptakan dan tak lupa juga, tampang para personil yang memang begitu… menarik.
"Woah! Penontonnya banyak sekali!", celetuk Rifqi yang mengintip dari balik tirai panggung.
"Ayolah,Rif. Memangnya kau tak pernah melihat penonton sebanyak itu sebelumnya?", Fia terkikik sendiri melihat ekspresi Rifqi yang bercampur antara mual dan antusias.
"Tapi tetap saja, Fi. Kali ini banyak sekali!", ujar Rifqi sambil terus mengintip penonton dari celah tirai. "Hei, lihat banyak sekali spanduk bertuliskan nama band kita!", seru Rifqi semangat menunjuk ke arah spanduk-spanduk besar berwarna-warni.
"Nah, sekarang kau mulai membuatku gugup", gumam Fia.
"Kau gugup,Rom?", tanya Aldi pada vokalis utama mereka. Rommy nyaris mematung di tempat dia duduk dan Aldi agak sedikit cemas melihat keadaan Rommy yang seperti itu.
"Entahlah", jawab Rommy . "Apa kau pikir ini akan berhasil?"
"Ayolah, Rom ",Aldi terkekeh melihat kegugupan Rommy . Jarang sekali Aldi melihat kondisi Romiman yang seperti itu. Padahal biasanya Rommy-lah yang selalu bersikap paling tenang jika mereka akan manggung. "Nyanyi saja dan tumpahkan semua emosimu, ok?".
"Hei, Nabillah juga datang! Dia di barisan depan bersama Raghda", Rifqi berseru semangat ketika menyebut nama Raghda.
"Ya ya,Rif. Karena itu kau harus tampil sebaik mungkin", Alfia mengedip pada Rifqi yang langsung membalas dengan cengiran khas dirinya.
"Tentu saja".
Beberapa menit berlalu dan beberapa band pembuka telah tampil. Kini giliran Fairy Tail band yang akan tampil membawakan lagu baru mereka.
"Yosh! Akhirnya giliran kita!", teriak Rifqi semangat dan mengacungkan stick drum-nya tinggi-tinggi.
"Kau berisik sekali, juling ", gumam Rommy yang sudah menyandang gitar listriknya.
"Diam kau, mata sayu !".
"Ayo Rommy, konsentrasi pada lagumu", Aldi berkata sebelum melangkah mendekati pintu menuju panggung.
"Benar,Rom. Lakukan saja seperti waktu latihan kemarin", Alifia yang juga sudah menyandang gitar bass-nya ikut memberi semangat dan menarik tangan Rommy agar mereka bisa mulai memasuki panggung.
"Rencana kita pasti sukses. Aku jadi tidak sabar melihat bagaimana reaksi Nabillah ", ujar Rifqi yang dibalas Aldi dengan tawa ringan.
"Dasar, kalian ini…", gumam Alifia sambil geleng-geleng kepala. "…aku agak kasihan padanya", ujar Fia walaupun sebenarnya dia juga sama seperti Rifqi; ingin sekali tampang Nabillah ketika mereka menyanyikan lagu terbaru mereka dan ketika mengetahui bahwa lagu tersebut adalah lagu tentang dia. Walaupun Nabillah dan Fia cukup dekat, tapi dia tetap tidak bisa mengampuni apa yang telah diperbuat wanita cantik berambut hitam panjang itu pada sahabatnya,Rommy.
Sementara itu Rommy yang menonton interaksi antara para sahabatnya sesama anggota band, tersenyum kecil—nyaris tidak terlihat oleh yang lain—namun tulus. Dan ketika Rifqi, Aldi dan Fia menoleh ke arahnya, Rommy langsung memasang seringaian yang selalu dia gunakan ketika akan berkompetisi. Seringaian penuh percaya diri, seolah yakin akan menang.
"Ayo", ajak Rommy dan melangkah mendekati panggung, memimpin para anggota band-nya memasuki panggung besar yang terang itu tepat setelah si pembawa acara meneriakkan nama band mereka.
"Dan inilah, band yang dalam satu tahun ini telah memperoleh kesuksesan dan ketenaran secara ajaib. FAIRY TAIL!", teriak sang pembawa acara diikuti dengan sorakan para penonton. Dan sorakan tersebut bertambah keras ketika para personil Fairy Tail band satu-persatu memasuki panggung, dimulai dengan Rommy, Fia, Rifqi dan akhirnya Aldi. Para penggemar tidak bosan-bosannya meneriakkan nama para personil band.
"Kyaaa!Romm! Kau keren sekali!", teriak para penggemar yang kebanyakan adalah perempuan.
"Rifqi ! Kau tampan sekali hari ini!", teriak yang lain dan tentu saja, perempuan. Namun ada juga beberapa penonton laki-laki yang ikut berteriak mendukung sang drummer.Rifqii membalas teriakan mereka dengan mengayun-ayunkan stick drumnya tinggi-tinggi.
"Aldi! Lihat kesini, dong…!", sorakan lain dari penonton wanita. Adli menoleh ke arah mereka dari balik keyboard yang akan dia mainkan dan mengedip genit. Fia yang melihat hal tersebut langsung cemberut dan melempar pandang tajam ke arah pacarnya itu. Namun kemudian giliran Aldi yang menggeram kesal ketika mendengar sekumpulan penggemar laki-laki Fia bersorak kepada kekasihnya.
"Fia! Kau sexy sekali! Tinggalkan saja si Aldi itu dan pacaranlah dengan kami!".
Rommy mengambil posisi di belakang mic yang telah disetel tepat di bagian tengah-depan panggung. Aldi juga sudah mengambil posisi di belakang keyboard di sebelah kananRommy, Fia mengambil posisi di sebelah kiri sementara Rifqi di bagian belakang bersama drum-nya.
"Erm, baiklah, semuanya…", Rommy mulai berbicara dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang pertunjukkan. Dia melihat Nabillah duduk di bagian depan. Kursi VIP yang telah disiapkan Rommyy khusus untuknya. Rifqi juga tentunya juga menyiapkan tiket VIP seperti Nabillah untuk Raghda karena gadis berambut hitam pendek itu duduk tepat di samping Nabillah.
"Lagu ini kutulis dan kunyanyikan khusus untuk seseorang yang sangat berarti bagiku, yah, begitulah", ujar Rommyy melalui mikrofon dan diam-diam melempar senyum kaku ke arah Nabillah. Tidak ada yang menyadari senyum itu selain para anggota band, Raghda dan Nabllah sendiri. Nabillah-pun membalasnya dengan senyum kecil yang—samar-samar—terkesan dipaksakan. Sementara itu di belakang kursi VIP, para penonton mulai terkikik atau bersiul, mengira Rommy akan menyanyikan lagu romantis untuk 'seseorang' itu.
"Tidak perlu tahu siapa dia. Namun, dia menjadi inspirasi dan pendorong dalam pembuatan lagu ini", Rommy menambahkan dan sekilas melihat Nabillah tersenyum bangga. Dalam hati Rommyy mulai menertawakan sikap wanita 'inspirasional' itu.
Rommyy memberi aba-aba pada Rifqi untuk mulai dan Rifqi melakukannya. Mendadak atmosfir di atas panggung berubah serius begitu Rommy mulai memetikkan gitarnya. Masing-masing personil mulai berkonsentrasi dengan alat musik mereka masing-masing. Para penonton juga tidak kalah diam, mendengarkan tiap nada yang dibawakan.
"I fall asleep by the telephone… It's 2 O'clock and I'm waiting up alone. Tell me where have you been?", Rommyy mulai bernyanyi setelah intro pembuka berakhir. Bass, keyboard dan hentakan drum mengiringi nyanyiannya. Penonton mulai terpesona dengan penampilan band Fairy Tail. Bahkan Nabillah turut hanyut ke dalam lagu yang dinyanyikan padahal sebelumnya dia tampak bosan.
Hingga akhirnya Rommy mulai menyanyikan bait ketiga lagu mereka. Di saat itulah penonton mulai mengerti makna sebenarnya dari lagu yang dinyanyikan. Bukan lagu romantis yang manis namun lagu yang mengungkapkan kekecewaan. Nabillah sendiri terbelalak begitu menyadari hal ini. Otaknya mulai berkerja cepat. Jika memang dialah yang jadi inspirasi lagu itu, itu artinya…
Rommy tahu.
You can tell me that there's nobody else (But I feel it)
You can tell me that you're home by yourself (But I see it)
You can look into my eyes and pretend all you want
But I know, I know,
Your love is just a lie (Lie)
It's nothing but a lie (Lie)
You're nothing but a lie
Rommy telah sampai di bagian chorus kedua lagu. Suara Aldi dari belakang keyboard mengikuti nyanyianRommy . Namun Rommy tidak begitu mempedulikannya. Suara Aldi bagaikan gaung suaranya. Rommyy terlalu sibuk berkonsentrasi dengan baris-baris lagunya. Terlalu sibuk untuk mencurahkan seluruh emosinya ke lagu itu agar Nabillah dapat mendengar jeritan hatinya. Agar Nabillah dapat mengerti jeritan hatinya. Agar Nabillah tahu bahwa dia tahu, mengetahui segalanya tentang pengkhianatan yang dia lakukan, tentang semua kebohongan yang dia berikan.
Sementara itu di kursi penonton, wajah Nabillah sudah merah padam karena malu namun matanya tak bisa dipindahkan dari sosok Rommy yang dengan telaten memainkan gitar sekaligus menyanyikan lagu. Tidak ada yang menyadari perubahan ekspresi di wajah Nabillah dan Raghda yang diam-diam meliriknya. Tapi gadis yang lebih muda darinya itu memasang wajah polos seolah tidak tahu apa-apa dan terus menyoraki Rifqi di belakang drum atau ikut menyanyikan baris-baris lagu yang bisa dia tangkap.
Lagu akhirnya berakhir dan langsung disambut dengan tepukan dan sorakan meriah dari para penonton. Para personil band tersenyum puas atas reaksi penonton, termasuk Rommy yang bahkan melambai singkat ke arah penonton. Pada akhirnya pandangan mata Rommyy mendarat di wajah Nabillah yang sudah merah padam. Untuk sepersekian detik Rommy memandang kosong ke mata Erza yang balas memandangnya dengan perasaan malu. Kemudian sang vokalis utama memasang ekspresi lain seolah berkata, 'Aku sudah tahu semuanya, sayang. Kini semuanya sudah berakhir. Aku sudah selesai denganmu'.
Anggota band lainnya beserta Raghda menyaksikan komunikasi bisu antaraRommy dan Nabillah. Penonton yang lainnya masih terlalu sibuk bersorak-sorak sehingga tidak menyadari ketegangan di panggung dan bangku VIP. Nabillah masih merah padam, dia mengerti apa yang coba dikatakan Rommy melalui raut wajahnya dan dengan segera Nabilah bangkit berdiri dan berbalik meninggalkan ruang pertunjukkan yang berisik.
You can tell me that there's nobody else (But I feel it)
You can tell me that you're home by yourself (But I see it)
You can look into my eyes and pretend all you want
But I know, I know
Your love is just a lie (Lie)
I know you're nothing but a lie (Lie)
Lie (Lie)
Lie
You're nothing but a lie
Lie
Your Love is just a lie !!
"Tadi itu luar biasa!", klaim Rifqi sambil menahan diri agar tidak melonjak-lonjak di tempat. Raghda yang telah menyusup ke belakang panggung untuk menemui para anggota Fairy Tail band terkikik geli melihat tingkahRifqi.
"Raghda! Kau tadi lihat aku? Kau lihat aku?", seru Rifqi semangat begitu melihat Raghda dan langsung menghambur memeluk gadis itu. Raghda tertawa geli dan membalas pelukan Rifqi.
"Ya, ya Rifqi. Kau keren sekali tadi", ujarnya riang.
"Aww, bukankah mereka berdua terlihat manis sekali?", komentar Fia gemas pada dua personil band lainnya. Aldi hanya tertawa sebelum mengalungkan lengannya ke pinggang sang bassist.
"Tentu... tentu… kita-pun bisa jadi semanis itu", ungkap Aldi menggoda dan mulai menciumi pipi kekasihnya. Fia memutar bola mata dengan bosan namun kemudian seringaian geli terukir di wajahnya.
"Cari kamar sana, pasangan bodoh", mereka mendengar Rommy mendesis kesal. Aldi menoleh dan melihat Rommy sibuk menyetel gitarnya kembali.
"Aww… ada yang iri rupanya…", ujar Aldi setengah-geli, setengah-menggoda dan malah mengeratkan pelukannya ke Fia hanya untuk membuat temannya itu semakin kesal. Fia juga ikut tertawa geli walaupun dia juga merasa simpati dengan nasib Rommy.
"Ayolah,Rom. Masih banyak wanita di luar sana yang mengemis cinta darimu. Bagaimana kalau kau coba saja satu?", saran Aldi dengan senyum playboy yang khas. Rommyy sedikit bergidik mendengar ucapanAldi.
"Kau bicara seolah aku sebegitu depresinya", gumam Rommy kesal.
"Karena tampangmu memang berkata demikian, mata sayu", celetuk Rifqi yang memutuskan bergabung ke dalam percakapan teman-temannya. Semua tertawa kecuali Rommy yang hanya mendengus jengkel. Namun pada akhirnya dia tersenyum kecil dan ikut tertawa. Rommy memang merasa depresi, memang. Tetapi di saat yang sama, dia juga merasa lebih ringan dan lega. Semua sudah berakhir. Rommyy sudah bebas dari beban kebohongan dan pengkhianatan. Nabillah sudah bebas dari beban terikat denganRommy . kini wanita itu bisa dengan bebas memamerkan hubungannya dengan Barkah kepada dunia. Sekarang mereka berdua bebas.
"Hei, kalian lihat tidak bagaimana reaksi Nabillah tadi? Tak pernah kulihat dia semerah itu", lanjut Rifqi sambil menahan kekehannya.
"Tentu saja kami lihat. Wah, dia pasti malu sekali", Fia menjawab, sedikit merasa bersalah meskipun dia tahu Nabillah pantas mendapatkannya.
"Nabillah pantas menerimanya, aku yakin kalian juga berpikiran seperti itu", ujar Aldi seolah dia bisa membaca isi hati Fia. "Kau juga begitu 'kan,Rom?", tanya Aldi lagi dan merangkul pundak Rommy yang hanya mengangkat bahu sebagai jawabannya.
"Sudah cukup tertawanya, teman-teman", seru Romy pada akhirnya. "Masih banyak lagu lain yang harus kita nyanyikan setelah ini. Latihan!", perintah Rommy tegas. Sebenarnya, bagaimanapun, yang namanya cinta pertama, sulit terlupakan. begitulah yang dirasak Rommy saat ini , butuh sekian waktu untuk benar benar menghapus memori nya bersama Nabillahh.
"Roger, roger, leader…", balas anggota yang lain setengah-malas. Rommy diam-diam menyeringai melihat tingkah mereka.
Your love is just a lie.
Sigh… sejak dengar lagu Simple Plan 'Your Love is A Lie' ini, ane jadi gatal pengen coba buat song-fic. Dan langsung aja yang kebayang itu pairing Rommy x Nabilah. …. o_o"
Wokehh!  Well done !

KEBOHONGAN BELAKA- Simple Plan Your Love is Just a Lie! Chapter 2

-KEBOHONGAAN BELAKA-
Chapter 2, this is.. !
Aldy kembali melirik kertas chord. 'Your Love is A Lie'. Itulah judul lagu band mereka yang baru. Ditulis sendiri oleh Rommy dan semua personil Fairy Tail sudah tahu dengan sendirinya jika lagu itu diinspirasi oleh pengalaman Rommy sendiri… bersama Nabillah.
Mereka juga tahu dengan apa yang terjadi di antara kedua pasangan kekasih itu. Mereka sendiri pernah melihat Nabillah berkencan dengan seorang pria yang pastinya bukan Rommy. Pria seusia Nabillah, berambut hitam legam menakutkan. Saat itu para personil band Fairy Tail tengah berdiskusi di sebuah kafe dan mereka kebetulan melihat Nabillah dan pria itu bergandengan tangan berjalan melintasi kafe tempat mereka berada. Nabillah sendiri tampaknya tidak menyadari bahwa Rommy melihat dia bermesraan dengan pria lain. Untung saja saat itu Romy bisa menahan emosi dan tidak langsung mengejar Nabillah dan 'kekasih gelapnya'. Namun suasana di antara para personil Fairy Tail jadi menegang dan Rommy jadi susah diajak kompromi karena kepalanya sudah memanas saking marahnya.
"Seseorang harus bicara dengannya", ungkap Fia membuyarkan lamunan Aldi tentang peristiwa beberapa minggu lalu.
"Eh?", Aldi berpaling menatap pacarnya itu.
"Seseorang harus bicara dengannya", Alifia mengulangi. "Kau harus bicara dengannya".
"Kenapa aku?", Aldi memprotes. "Harusnya perempuan lebih bisa memahami persoalan sensitif macam ini".
"Karena kau laki-laki. Dan laki-laki bisa lebih memahami persaan laki-laki lainnya", jelas Alifia.
"Masih ada Rifqi", Aldi mengerling ke arah Rifqi yang mulai sibuk dengan handphone-nya.
"Hei,Maho . Kau kenal baik aku dan Rommy", Rifqi mengangkat wajah begitu namanya disebut-sebut. "Kalau kami bicara ketika salah satunya sedang marah, ujung-ujungnya cuma baku hantam atau setidaknya percekcokan baru. Yang kecuali kalau kau mau ada perkelahian di studio ini, maka aku akan dengan senang hati bicara dengannya", Riqi menyeringai.
"Selain itu,di,. Kau 'kan juga cukup—… eh, bukan, sangat berpengalaman soal urusan dengan wanita", Alifia menambahkan dengan nada manis namun membahayakan. Aldi dulunya memang seorang playboy, yah, sekarangpun dia kadang tidak tahan jika tidak menggoda wanita, tidak peduli walau sekarang dia sudah berpacaran dengan Fia. Nampaknya Fia masih kesal dengan fakta ini.
"B- baiklah…", Aldy menelan ludah karena gugup dengan aura masam yang dipancarkan Alifia.
You look so innocent
But the guilt in your voice gives you away
Yeah you know what I mean
Rommy memilih minuman dingin secara acak dari sebuah mesin penjual minuman. Dia sedang tidak ingin minum, tapi dia merasa harus melakukan sesuatu selain duduk termenung di lorong studio yang kosong itu. Pada akhirnya Rommy tidak menyentuh minuman yang dia beli dan membiarkannya tergeletak di kursi kosong di sebelahnya. Dia merasa begitu depresi. Ingatan tentang apa yang terjadi semalam beserta semua pengkhianatan Nabillah yang pernah dia saksikan dengan mata kepalanya sendiri berkelebatan dalam benaknya.
Rommy menggertakkan giginya dengan geram. Wajahnya ditundukkan dengan kening disandarkan pada kepalan tangannya. Siku menyangga kedua tangan sehingga Rommyy seolah tampak seperti orang yang tengah berpikir keras. Karena memang itulah yang sedang dia lakukan. Dia mulai bertanya-tanya sendiri apa yang kurang darinya sehingga Nabillah dengan begitu kejamnya melakukan itu kepadanya. Apa yang salah dari dirinya? Apa yang pria bernama Barkkah itu miliki sedangkan dia tidak?
Nabillah boleh saja tampak tidak berdosa ketika pertama kali Rommyy memergokinya jalan bersama Barkah. Rommy takkan begitu mempermasalahkannya jika dia tidak melihat mereka sempat berpegangan tangan bahkan nyaris ciuman. Rommy berpura-pura tidak melihat semua itu dan berpura-pura bahwa dia melihat Nabilla dan Barkah hanya sebagai rekan kerja yang memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke taman dekat kantor mereka selama waktu istirahat makan siang walaupun saat itu hari Sabtu. Dia menghampiri Nabillah dan Barkah dengan santai walaupun dalam hati dia mendidih. Dengan santainya Rommy menyapa mereka seolah mereka teman lama yang kebetulan bertemu di hari Sabtu yang cerah. Rommyy secara tidak langsung menyindir kedekatan Nabillah dan Barkah yang agak kurang pantas bagi seseorang yang sudah memiliki kekasih. Namun tampang polos Nabillah sempat menipuRommy . Tampang yang seolah menyatakan bahwa dia sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Rommy atau setidaknya, tidak menyadari bahwa Rommy menyindirnya. Rommy sempat percaya bahwa Nabillah hanya memang sedang jalan-jalan dengan Barkah, bukannya berkencan.
Namun, Rommy menarik kembali pernyataan bahwa dia percaya.
Suara Nablla terdengar riang dipaksakan ketika bicara dengannya waktu itu, ketika bertemu dengannya waktu itu. Terdengar jengkel, seperti nada suara yang selalu dia gunakan setiap kali orang mengganggu pekerjaannya. Kenapa Nabillah menggunakan nada seperti itu terhadapnya? Tentu saja karena Rommy mengganggu acara jalan-santai-di-taman Nabillah bersama Barkah, cinta pertamanya yang kebetulan ditemukan di tempat kerja. Ah, bukan jalan-jalan, tetapi kencan. Begitulah yang Rommy pikirkan saat itu dengan getirnya. Memang samar, tapi ekspresi dan mata Rommy mulai menunjukkan kesedihan dan kekecewaan. Hal ini disadari oleh Nabillah yang langsung merasa gugup dan bicara terbata-bata. Nabilla selalu begitu jika dia tahu seseorang tahu dia berbuat salah. Sekali lagi, Rommy menyipit curiga.
'Ya, aku tahu'
Barkah Niti Wisisto bukan hanya seorang rekan kerja bagimu'.
"Tanganmu bisa luka kalau diremas seperti itu dan nantinya bisa susah memainkan gitar. Bisa gawat kalau tidak sembuh dalam minggu ini", ujar seseorang memperingatkan. Rommyy menoleh dan melihat Aldi menghenyakkan diri di kursi dimana Rommy menaruh minumannya.
"Boleh kuminum? Sepertinya kau tidak mau", ujar Aldu lagi sambil menunjukkan kaleng jus jeruk dingin yang dia pungut dari atas kursi.
"Ambil saja", gumam Rommy tidak peduli sambil memperhatikan tangannya. Bekas kukunya yang menancap di telapak tangan masih jelas membekas. Bahkan tampaknya nyaris mengeluarkan darah. Rommy tidak sadar dia mengepalkan kedua tangannya terlalu keras.
"Jadi… ada apa semalam? Ayolah, jujur saja", Aldi memulai percakapan. Rommy melototinya dengan kesal.
"Bukan urusanmu", desisnya geram, tapi Aldi menanggapinya dengan santai.
"Oh, tentu saja ini termasuk urusanku,Manopo. Kita punya konser penting minggu depan. Semua bisa kacau kalau kau, yang kenyataannya memegang peranan penting dalam band, tampak seperti orang sakit jiwa", Aldi berkata tajam, sampai-sampai memanggil Rommy dengan marganya.
"Tentu saja… band", Rommy memutar bola matanya dengan masam.
"Kuulangi lagi. Ada apa semalam? Kalian merayakan hari jadi kalian, bukan?", Aldi bertanya kembali setelah melempar kaleng kosong jus jeruk ke keranjang sampah terdekat.
"Tidak ada perayaan", Rommy berkata ketus. "Nabillah bahkan tidak ingat kalau kemarin adalah hari perayaan kami dan membatalkan janjinya bertemu di apartemenku".
"Yang benar? Kenapa?", Aldi terbelalak kaget mendenga rommy.
"Dia bilang sesuatu soal bertemu dengan klien mendadak"
"Nah, bukankah itu wajar? Dia itu pengacara, pastinya sibuk sekali", Aldi berkomentar, berusaha hati-hati agar Rommy tidak tersinggung.
"Aku tahu", Rommy menggertak kesal. "Tapi sebelum aku berangkat ke studio aku menelpon kantornya karena handphone-nya entah kenapa tidak bisa dihubungi"
"Lalu?"
"Mereka bilang Nabillah belum datang ke tempat kerja dan bagian terburuknya, mereka bilang semalam Nabillahh sama sekali tidak menemui seorang klien-pun. Dia pulang lebih awal dari biasanya… bersama Barkah !", Rommy nyaris berteriak di akhir ceritanya. Aldi hanya bisa terkesima memandang Rommy bergetar menahan amarah.
"Sebagai playboy kau pasti tahu apa yang akan dilakukan seorang pria dan wanita ketika mereka pulang bersama di malam hari. Tidak, aku akan menyebutnya; ketika sang pria mengajak sang wanita ke tempatnya", Rommy melirik Aldi tajam. Awalnya Aldi hanya terdiam, mencoba memproses perkataan Rommy .
"Oi, oi,Rom. Jangan berprasangka buruk dulu. Siapa tahu Barkah hanya mengantarkan Nabillah pulang dengan selamat ke rumahnya Nabilla sendiri? Tidak mungkin mereka akan melakukan itu di belakangmu",Aldi menggeleng atas prasangka gila Rommmy. Rommy hanya mendengus kesal.
"Dan bagaimana jika kubilang kalau tadi pagi aku ke apartemennya Nabillah dan dia tidak ada disana? Dan lagi, aku heran jika kau masih menyangka Nabillah takkan berani melakukan sesuatu di belakangku. Bukankah selama ini kau sudah melihat banyak bukti? Dia berpegangan tangan dengan pria lain ketika aku tidak melihatnya. Dia berkencan dengan pria lain di belakangku. Dia bahkan BERCIUMAN dengan pria lain ketika dia mengira aku tidak ada di sekitarnya!", Rommy bangkit berdiri dengan marah.
"Tapi dia salah! Aku melihat semuanya! Tidak hanya sekali aku melihatnya berpegangan tangan dengan dia, berkencan seperti pasangan kasmaran dengan dia dan bahkan berciuman dengan si brengsek Barkah Nita Wisistto itu! Aku melihatnya! Aku menyaksikannya!", Rommy berteriak marah dan meninju dinding beton sekuat-kuatnya dengan marah. Aldi agak berjengit melihat tinju Rommy mendarat di dinding dan menciptakan retakan tipis. Bisa gawat kalau pemilik studio melihatnya. Dan malah akan lebih gawat lagi kalau sampai Rommy meremukkan tinjunya. Namun sebagai lelaki Aldu tahu, akan lebih mudah bagi Rommy untuk menumpahkan kemarahan secara fisik. Meskipun tubuhnya akan tercabik-cabik, tapi tak apa jika dia bisa merasa sedikit melegakan hatinya.
How does it feel when you kiss when you know that I trust you
And do you think about me when he f**ks you?
Could you be more obscene?
"Satu hal yang tidak bisa kupahami darimu,Rommy . Sekaligus satu hal yang kuanggap sangat konyol dari dirimu",Aldi berkata setelah keheningan panjang di antara kedua personil band itu. "Setelah tahu semua yang diperbuat Nabilla padamu, kenapa kau masih tetap ngotot mempertahankannya? Kau bisa saja langsung memutuskannya saat itu juga. Tapi tidak pernah kau lakukan".
Rommy mengerling sejenak ke arah sahabatnya yang selalu memakai gelang bbiru laut itu. Pertanyaan Aldi… Ini bukan pertama kalinya Aldi mananyakan hal yang sama dan Riommy kurang lebih tahu apa jawaban untuk pertanyaan itu. Dan lagi-lagi, jawabannya sama.
"Aku menyayanginya".
-bersambung- Commentlah Vrooh x3

KEBOHONGAN BELAKA - Simple Plan Your Love is Just a Lie

Hai Vrohh.. Kali ini ane upload FF ane yang lama, ini semua pake nama tokoh di kelas ane CiBi 4 SMP 3 Jember x3 AneKasih Liatjuga ntar orang-orangnye xD Kritik saran muhun yang pedes juga gak apa-apa ane sedia minum ._.

KEBOHONGAN BELAKA
Dalam sebuah kamar yang lumayan gelap, seorang pemuda berbaring malas di tempat tidur. Suasana hatinya sedang tidak begitu bagus. Berkali-kali dia memandangi layar handphone genggamnya yang langung menyenternya dengan cahaya putih yang menyilaukan mata di kamar gelap itu. Tak henti-hentinya dia mengutuk dan mengomel dalam hati begitu mendapati tidak ada panggilan ataupun pesan e-mail yang dikirimkan kepadanya.
Dengan geram dia melempar kembali handphone-nya ke atas tempat tidur dan berbalik mengubah posisi sehingga dia bisa berbaring dengan lebih nyaman. Matanya secara tidak sengaja menangkap layar jam weker digital yang berdiri diam di meja sisi tempat tidur. Angka-angka pada jam itu berpendar hijau neon, menunjukkan bahwa saat itu telah menunjukkan pukul dua pagi.
'Sialan, dimana kau?', desis sang pemuda dalam hati.
I fall asleep by the telephone
It's 2 O'clock and I'm waiting up alone
Tell me where have you been?
Esok paginya sang pemuda terbangun karena suara dering handphone yang setia berbaring di sisinya. Sang pemuda dengan sigap meraup alat telekomunikasi tersebut dan membukanya. Mata yang awalnya masih setengah tertutup akibat kantuk tiba-tiba terbuka lebar begitu melihat sebuah e-mail dikirimkan ke handphone-nya dan lagi setelah mengetahui pengirim e-mail tersebut.
Dengan antusiasme yang mendadak menyerangnya, sang pemuda terduduk tegap dan langsung membuka e-mail tersebut.
To: Rommy
From: Nabillah
Maaf karena aku tidak jadi datang kemarin malam. Mendadak seorang klien datang dan mendesakku berdiskusi mengenai perkara kasus yang dia alami saat ini.
Pemuda bernama Rommy itu terbelalak tidak percaya setelah membaca e-mail yang dia terima dari gadis bernama Nabilahh. Dengan geram dia meremas handphone di tangannya, giginya bergemeletuk menahan amarah dan kekecewaan.
'Setelah kesalahan besar yang kau buat malam tadi, hanya inikah yang bisa kau ucapkan?'
Rommy menghela napas berat. Perasaannya campur aduk antara marah, kecewa dan sedih. Suasana hati yang sejak semalam memang sudah buruk malah bertambah buruk. Marah dan kecewa karena Nabilahh membatalkan janji penting mereka dan hanya mengirimkan pesan singkat sebagai rasa penyesalannya. Nabilahh tampak begitu tidak pedulian serta acuh-tak-acuh mengenai hubungan mereka akhir-akhir ini, bukannya menelepon tapi dia malah mengirimkan pesan singkat yang terkesan terburu-buru.
Rommmy bukannya bersikap egois. Dia juga mengerti mengenai kesibukan Nabilahh sebagai pengacara dan segala tetek-bengek mengenai pekerjaan wanita yang satu itu. Rommmy bisa saja menebak bahwa Nabilahh memang begitu sibuknya dengan klien sehingga dia bahkan tidak bisa menyentuh handphone-nya sendiri.
Tapi meskipun demikian, Rommmy sangat mengharapkan agar Nabilahh dapat setidaknya mau meluangkan beberapa menit hanya untuk bicara dengannya. Sebuah pengorbanan kecil yang selalu dilakukan Rommy di sela jadwal manggungnya yang juga padat. Sebuah pengorbanan kecil yang dilakukan Rommy sebagai wujud setia, sayang dan perhatiannya terhadap wanita itu. Rommy selalu mengharapkan pengungkapan sayang dan perhatian itu dari wanita yang telah di kencani sejak dua tahun lalu itu.
Dia juga kecewa dan sedih karena Nabillah tampaknya melupakan hari penting bagi mereka berdua. Bisa dilihat dari isi pesan Nabillah yang tidak menyatakan apapun mengenai hari itu.Rommy mengakui bahwa dia separuhnya salah karena tidak memberitahu Nabillah jauh hari sebelumnya. Dia hanya meminta Nabillah datang ke apartemennya semalam dan Rommy sama sekali tidak mengatakan maksud dan tujuannya mengundang Nabillah. Seperti kekasih romantis lainnya yang ada di dunia ini, Rommy selalu ingin mengejutkan pasangannya.
Rommy menyandarkan punggung ke sandaran tempat tidur sembari berusaha menyapu semua perasaan negatif dan prasangka buruk dari kepalanya. Dengan mata terfokus hampa ke layar handphone, dia mulai mengetikkan kata-kata sebagai balasan atas e-mail Nabillah yang bagaimanapun juga agak menyakitkan hatinya.
To: Nabiillah
From: Rommy
Yah, tidak masalah. Aku bisa mengerti kesibukanmu. Ngomong-ngomong, selamat hari jadi kita yang kedua. Love you.
Dengan lunglai Rommy bangkit berdiri dan dengan lambat dia berjalan ke kamar mandi tetapi tidak lupa juga dia memperhatikan bayangan dirinya di sebuah cermin setinggi-badan yang menggantung di salah satu dinding kamar yang mulai agak terang berkat bantuan sinar mentari pagi. Pantulan dirinya balas memandang dengan tampang kusut.Rommy melonggarkan dasi yang terpasang di lehernya begitu merasakan dasi itu mencekik lehernya. Kemeja terbaiknya kusut akibat dibawa tidur dan begitu juga dengan celana panjang favoritnya. Untung saja dia sempat melepas sepatu sneaker hitam sebelum berbaring di tempat tidur atau dia akan tampak begitu konyol.
Rommy jadi getir sendiri mengingat semua kesibukan yang sejak kemarin sore dia lakukan namun tersia-siakan begitu saja. Dia memakai pakaian terbaiknya yang bahkan tidak begitu sesuai dengan image-nya; jas lengkap, kemeja bahkan seutas dasi yang sangat tidak dia sukai. Dia juga susah payah menyiapkan makan malam yang berkesan mewah dan romantis. Semua demi merayakan hari jadi mereka yang menginjak tahun kedua. Semua untuk wanita spesial yang dia cintai, Nabilahh Saduarti.
Namun nyatanya? Sekarang semua sia-sia. Tidak ada gunanya Rommyy berpenampilan rapi jika pada akhirnya hanya akan dibawa tidur. Tidak ada gunanya Rommy repot-repot belanja dan masak jika pada akhirnya makanan tersebut akan jadi dingin. Semua karena apa? Karena Nabillah yang dengan mudahnya membatalkan janji mereka.
Terdengar dering lain dan dengan setengah-malas sang pemilik handphone membatalkan perjalanannya ke kamar mandi dan mengambil benda kecil tersebut lalu membukanya hanya untuk menemukan bahwa itu adalah e-mail balasan dari orang yang sama.
To: Rommy
From: Nabilllah
Astaga, Rom! Aku benar-benar lupa! Aku sungguh minta maaf.
Begitu pendek. Terasa tidak tulus.
To: Nabillah
From:Rommy
Tidak apa-apa. Tidak usah dipikirkan. Aku tahu kau sibuk.
Setelah mengirimkan pesan terakhir itu,Rommy terenyak kembali ke atas ranjang dan dengan perasaan getir mulai melepaskan dasi dan kemeja yang dikenakannya. Mendadak dia merasa gerah, entah karena amarah atau apa namun dia jadi tidak tahan untuk berpakaian kalau seperti ini terus. Tepat setelah Rommmy menanggalkan ikat pinggangnya, e-mail dari Nabillah datang kembali.
To: Rommy
From: Nabillah
Terima kasih, Rom. Love you.
Dengan tatapan kosong Rommy memandangi kata-kata tersebut selama beberapa detik. Love you. Walaupun Nabillah mengucapkan dua kata itu namun entah mengapa terasa begitu… berbeda. Entah kenapa Rommyy tahu bahwa kata-kata itu bukan dari Nabillah. Bukan dari Nabillah yang dulu. Nabillah yang dulu telah menghilang digantikan dengan Nabillah yang sekarang yang penuh dengan kebohongan. Dengan kata lain, dua patah kata yang seharusnya terasa indah itu hanyalah kebohongan belaka.
I found a note with another name
You blow a kiss, but it just don't feel the same
Cause I can feel that you're gone
Bohong besar kalau Rommyy mengaku bahwa dia tidak tahu apa-apa. Dia tahu bahwa sebenarnya Nabillah tengah bermain-main di belakangnya. Wanita itu sebenarnya sangat pintar berakting. Di balik penampilan cantiknya yang kalem dan dewasa serta bermartabat, Nabillah sebenarnya adalah wanita yang begitu licin. Rommyy juga tahu itu.
'Harusnya dia coba gabung ke salah satu agensi perfilman atau semacamnya'
Rommyy selalu berpikir seperti itu dengan ketusnya. Namun meskipun dia tahu, dia tidak pernah berniat mengatakan isi hati dan kepalanya. Entah karena rasa sayang dan cintanya kepada wanita itu, ini yang tidak diketahui Rommyy secara pasti. Lagipula dia juga tidak begitu peduli dengan alasan yang sebenarnya. Namun jauh di lubuk hatinya, Rommyy tahu bahwa dia tidak akan bisa diam selamanya. Nabillah boleh saja membanjirinya dengan segudang kebohongan tapi satu hal yang jelas dan pastinya tidak diketahui oleh wanita itu adalah; Rommyy tidak maho eh tidak bodoh.
I can't bite my tongue forever
While you try to play it cool
You can hide behind your stories
But don't take me for a fool
Rommy James eh Rommy Manopo dan Nabilah Saduartti pertama kali bertemu ketika mereka sama-sama ketinggalan bis menuju kampus Fairy Hills. Ketika itu Rommy masih merupakan mahasiswa tingkat dua jurusan musik sedangkan Nabilah adalah mahasiswi tingkat tiga jurusan hukum. Ya, Nabilah memang setahun lebih tua dari Rommy tapi mereka lulus di tahun yang sama karena Rommy mengambil masa kuliah lebih sedikit dari Nabilahh yang mengambil selama empat tahun.
Semenjak kejadian ketinggalan bis itu, mereka berdua mulai dekat dan menjalin persahabatan yang cukup akrab. Walaupun terkadang (sering) percekcokan dan pertentangan mewarnai hubungan mereka disebabkan oleh sifat masing-masing yang begitu berlawanan.
Tetapi, sesuai dugaan semua orang, kedua sejoli ini ujung-ujungnya akan jadian juga. Dan peristiwa itu terjadi tepat setahun sebelum mereka berdua lulus dari universitas.
Hubungan mereka bisa dikatai mulus. Namun tidak semulus itu lagi ketika mereka telah lulus dari Fairy Hills dan menempuh jalur karir masing-masing.
Nabilahh menempuh karir sebagai pengacara dan dengan intelegensi yang dimilikinya berkat ilmu yang dipupuk sejak sekolah menengah atas, Nabillah menjadi cukup sukses dengan karir barunya ini. dia jadi begitu sibuk dengan pekerjaannya sehingga waktu yang bisa dia habiskan bersama Rommy jadi berkurang.
Rommy sendiri bisa memaklumi hal tersebut karena diapun juga sangat sibuk dengan band yang baru dia bentuk, Fairy Tail. Beranggotakan Aldi Irfan dan Rifqi Nabil yang merupakan sahabat Rommy semenjak sekolah menengah pertama. Ada juga Alifia Faras yang lebih muda dari personil band lainnya. Mereka berempat mulai meniti karir sebagai sebuah band yang langsung digemari sehingga otomatis kesibukan mereka bertambah bersamaan dengan ketenaran yang mereka dapat.
Kembali ke hubungan antara Romiman eh Rommy dan Nabllah. Hubungan mereka setelah lulus memang mulus dan baik-baik saja pada awalnya. Namun tidak sampai seorang pengganggu datang yang menyusup di antara hubungan mereka dan berusaha mendekati Nabillah. Rommy merasa terancam dengan kehadiran pria baru ini. Namun Nabilahh justru merasa tidak keberatan sama sekali. Entah karena Nabillah begitu tidak menyadari keadaan sekelilingnya, tidak peka bahwa sebenarnya Vejryn Keihatsu mencoba merebut dirinya dari Rommy atau karena fakta bahwa Vejryn Keimambu eh keihatsu adalah cinta pertama seorang Nabillah Saduartii. Tentunya Rommy akan sangat kecewa jika kemungkinan kedualah yang menang.
You can tell me that there's nobody else (But I feel it)
You can tell me that you're home by yourself (But I see it)
You can look into my eyes and pretend all you want
But I know, I know
Your love is just a lie (Lie)
It's nothing but a lie (Lie)
Rommy sedang marah. Personil band Fairy Tail lainnya tahu itu. Rommy memainkan gitarnya dengan dengan kekuatan yang lebih daripada yang sebenarnya dibutuhkan dan lirik yang dia nyanyikan terdengar begitu marah. Meskipun sebenarnya dua hal tersebut membuat musik mereka terdengar lebih baik karena cara Rommy membawakannya barusan terasa begitu pas dengan makna lagu itu sendiri. Namun tetap saja… terasa salah.
"Rom! Ayolah, kawan! Kau bisa lebih baik dari ini", bentak Aldy Irfan tepat setelah Rommy selesai menyanyikan bagian chorus. Rommy, sang vokalis utama dan juga gitaris menoleh jengkel ke arah keyboardist band mereka sekaligus sebagai vokalis kedua band. Sejauh yang bisa Rommy ingat, ini sudah yang kelima kalinya Aldi menghentikan latihan mereka tepat setelah Rommy menyanyikan bagian chorus pertama.
"Apa lagi,di ?", Rommy balas membentak dengan kesal. Didengarnya Alifia Faras Shafiera , bassist band yang terkadang juga ikut menyanyi, menghela napas lelah dan menggumamkan sesuatu seperti, 'Mulai lagi'.
"Hei, maho. Ada apa denganmu? Kau kacau sekali hari ini", Rifqi Nabil, drummer, mengernyit ke arah vokalis utama mereka.
"Tidak ada yang salah denganku, dapuk! Kau yang terlalu cepat memainkan temponya!", Rommy balas membentak.
"Kenapa kau malah balik menyalahkanku, hah? Mata sayu?", Rifqi membentak kembali, sampai-sampai dia bengkit berdiri dari kursi drummer.
"Karena kau memang pantas disalahkan, juling!"
"CUKUP!", seru Aldi menghentikan pertengkaran mereka sebelum Rifqi sempat membuka mulut dan membalas perkataan Rommmy. "Oi, Rom. Bukan Rifqi yang jadi masalah, tapi kau. Rifqi benar. Kau kacau sekali hari ini. Tempomu terlalu keras".
Rommy berdecak kesal, "Apa salahnya? Bukannya dengan begitu lagu ini akan terdengar lebih bagus?"
"Ya, memang", Aldi mendesah. "Tapi tetap saja tidak terdengar benar, rom ".
"Cih", gumam Rommy pelan sambil membuang muka. Sebenarnya dia juga tahu kalau caranya memainkan lagu tadi memang salah. Emosi menguasainya dan dia merasa tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengatasinya.
" Rom, sejak pagi tadi kau nampak gelisah sekali. Apa terjadi sesuatu?", Fia bertanya dengan penuh perhatian dan dengan lembut memegang pundak Rommy. "Apa terjadi sesuatu tadi malam dengan Nabilah?", Fia lanjut bertanya dan tentunya pertanyaan ini 'tepat sasaran'.Rommy langsung bergidik ketika gelombang kekesalan lain menyerangnya. Fia menyadari hal ini, begitu juga Aldy. Tapi tidak bagi Rifqi yang pada dasarnya memang tidak peka dengan hal-hal seperti ini.
"Tidak ada apa-apa", Rommy berbohong dan perlahan menepis tangan Fia dari pundaknya. Setelah melepaskan gitar listrik yang tersandang di bahunya, Rombeng eh rommy bergegas menuju pintu keluar ruangan studio. "Biarkan aku istirahat sebentar", ujarnya sebelum menghilang dari balik pintu.
Sepeninggal Rommy, para personil Fairy Tail lainnya saling bertukar pandang. 'Pasti terjadi sesuatu semalam dengan Nabilah', batin mereka bersamaan.
"Hhaa…", Aldi menghela napas lelah dan terenyak di lantai studio yang berkarpet tipis. Matanya sibuk mengamati kertas berisi lagu yang baru saja mereka mainkan, mencoba menghapal kembali semua chord yang harus dia mainkan walaupun sebenarnya Aldi sudah ingat di luar kepala saking seringnya mereka memainkan lagu tersebut. Perhatiannya pada kertas chord hanya berlangsung beberapa menit karena tiba-tiba Fia mengalungkan lengannya di leher Aldi dan kepalanya yang berambut hitam kelam diletakkan di pundak sang keyboardist.
"Kalau begini terus, konser kita minggu depan bisa berantakan", gumam Fia cemberut.
"Aku tahu", ungkap Aldu datar dan meremas tangan Fiaa yang mengalung di lehernya.
"Aku masih tak percaya Nabilah bisa sekejam itu", komentar Rifqi sambil setengah melamun memukul-mukul drumnya. "Dan aku tetap tidak percaya si maho itu tetap ngotot mempertahankan hubungan mereka, bukannya malah memutuskan si Nabilahh itu".
"Ya, benar…", Fia menyetujui. "Tapi, berkat itu juga kita bisa dapat lagu bagus", Fia tertawa gugup atas gurauan yang baru dia katakan. Rifqi membalas dengan kekehan pelan sementara Aldi membalas dengan senyum kecil.
Aldi kembali melirik kertas chord. 'Your Love is A Lie'. Itulah judul lagu band mereka yang baru. Ditulis sendiri oleh Rommy dan semua personil Fairy Tail sudah tahu dengan sendirinya jika lagu itu diinspirasi oleh pengalaman Rommy sendiri… bersama Nabillah.
- To Be Continued - :3 Comment lah vrooh T,T

Fanfict - One Day, Someday. Fairy Tail

Hoh vrohh..
Kali ini ane bakal nge-post tentang Fanfict yang ane buat xD
Kritik saran yang pedes silahkan xD monggo ntar ane sedia minum ._.

One Day, Someday.

Hembusan angin menyusup melalui jendela kamar Lucy. Mata onyx nya menyelusuri seluk beluk kamarnya, tak peduli berapa ribu kali dia menatapnya. Dia menutup matanya sekali lagi, menggigit bibirnya, aku tak perlu menjelaskan apa yang sedang Lucy rasakan.

Beberapa bulan lagi dia akan meninggalkan Fairy Tail. Keputusan yang sulit, yang bahkan tak pernah dipikirkan sebelumnya oleh Lucy. Namun Lucy sendiri menggangap keputusan tersebut yang paling benar untuk dirinya. Dia hanya sebagai "tempelan" untuk Guild terbaik di Fiore itu. Posisinya sebagai team bersama Natsu dan Happy juga sudah tersingkirkan semenjak datangnya Lisanna, seseorang yang sangat berharga bagi Natsu. Wajar saja bagi orang lain, karena memang kenyataannya Lucy sendiri hanya teman baru Natsu yang dulunya hanya menggantikan posisi Lisanna sebagai teman satu team.

Sehari sebelum kedatangan Lisanna, Lucy dan Natsu sendiri sudah hampir bertunangan melihat indahnya kisah antara Jellal dan Erza. Terkadang, di dunia ini memang tidak semua keinginan kita bisa terkabul ya.

Flashback-

" Heh Natsu! lu makan yang bener dong kayak tikus gak  makan se abad! baru 2 jam yang lalu kau pesen karet goreng! Mane pake uang ane lagi! " Lucy sexeh marah marah sampe satu guild noleh liatin tubu eh liatin apa yang sedang terjadi di sono.

" Nee Lucy yang cantik ntar kan kita bisa ngambil misi lagi tenang, kan ada abang Natsu yang kuat semua misi pasti jalan lancar " Natsu yang lagi gerogotin karet njawab seenak jantungnye #.seenak hati terlalu mainstream ah ._./

" Ngambil misi apaan jewel gua abis buat bayar kerugian ganti rugi tol jalan raya yang lu obong ! " jawab Lucy sengit

" Nee.. Lucy.. jadi cewek yang sabar dong ntar suaminya rambutnya gundul loh " jawab Happy mencoba menghibur si oppai besar ._.

" yehh ni kucing pake njawab juga! biarin entar sore ane kawinin charle sama lili langsung di aula Fairy Tail langsong biar hati kau jadi pecahan bahkan langsung jadi desimal! cocok tuh charle sama lily "

" Lucy galak amat ihh " ujar Natsu mulai pake puppy eyes nya tapi sih Lucy malah pergi ngloyor

" fersetan dengan makanan mereka mungkin aje mira lupa kalau itu belum dibayar ._. "

" Lucy! kau mau menunaikan misi ya? kami ikut!! " teriak Natsu Happy bebarengan

" Mau nunaikan misi gimane hah tenaga ane setengah botol aja gak sampe! " jawab Lucy loyo

" Botolnya yang berapa liter ? " ucap Natsu tampang sok lugu

" Yang sebotol Coca - Co*tit* yang 2500 an ! "

" Owh.." Jawab Natsu sambil terus ngikutin Lucy sedangkan Happy ngikutin dari belakang, masih takut kalau entar Lucy beneran ngawinin Charle sama mas Lily.

" Natsu ! aku mau pulang! jangan ngikutin terus ! hadoh demi kangkung yang sedep! lu gak bisa diem napa sekali aja! "

" ta.. Tapi Luce .."

" Sono! "

" Tapi.."

" Biarin ntar lu gua daftarin sunatan masal Fiore! "

" Uwaduh jangan neng ane masih laki laki tong-tong ane masih pengin kawin neng T.T " Natsu nunduk takut bingit liat Lucy kayak babon ngamuk.

Udeh ah To be Continued xD

Kajian with Teman Temani : Women In Islam !

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ! Selamat pagi pals! salam dari Jember yang setia dengan langit birunya. Kali ini, ( seperti...

Flag Counter